Mamet89's Blog
Just another WordPress.com weblog

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

1. Tinjauan Mengenai Sistem Informasi Akuntansi

Akuntansi merupakan bahasa bisnis. Sebagai bahasa bisnis akuntansi menyediakan

cara untuk menyajikan dan meringkas kejadian-kejadian bisnis dalam bentuk

informasi keuangan kepada pemakainya.

Informasi akuntansi merupakan bagian terpenting dari seluruh informasi yang

diperlukan oleh manajemen. Informasi akuntansi yang dihasilkan oleh suatu sistem

dibedakan menjadi dua, yaitu informasi akuntansi keuangan dan informasi akuntansi

manajemen.

Pemakai informasi akuntansi pun terdiri dari dua kelompok, yaitu pemakai eksternal

dan pemakai internal. Yang dimaksud dengan pemakai ekseternal mencakup

pemegang saham, investor, kreditor, pemerintah, pelanggan, pemasok, pesaing,

serikat kerja dan masyarakat. Sedangkan pemakai internal adalah pihak manajer dari

berbagai tingkatan dalam organisasi bersangkutan.

Sistem Informasi Akuntansi(SIA) dapat didefinisikan sebagai sebuah sistem informasi

yang merubah data transaksi bisnis menjadi informasi keuangan yang berguna bagi

pemakainya.

Adapun tujuan Sistem Informasi Akuntansi adalah sebagai berikut:

1. mendukung operasi-operasi sehari-hari

2. mendukung pengambilan keputusan manajemen

3. memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan pertanggungjawaban

2. Siklus Akuntansi

Sistem Informasi Akuntansi memiliki beberapa sistem-sistem bagian (sub-system)

yang berupa siklus-siklus akuntansi. Siklus akuntansi menunjukkan prosedur

akuntansi mulai dari sumber data sampai ke proses pencatatan/pengolahan

akuntansinya. Siklus akuntansi dibagi menjadi:

1. Siklus pendapatan

2. Siklus pengeluaran kas

3. Siklus konversi

4. Siklus manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)

5. Siklus buku besar dan laporan keuangan

Siklus Pendapatan merupakan prosedur pendapatan dkimulai dari bagian penjualan

otorisasi kredit, pengambilan barang, penerimaan barang, penagihan sampai dengan

penerimaan kas. Siklus pengeluaran kas merupakan prosedur pengeluaran kas mulai

dari proses pembelian sampai ke proses pembayaran. Siklus konversi merupakan

siklus produksi mulai dari bahan mentah sampai ke barang jadi. Siklus manajemen

Sumber Daya Manusia melibatkan prosedur penggajian. Siklus buku besar dan

pelaporan keuangan berupa prosedur pencatatan dan perekaman ke jurnal dan buku

besar dan pencetakan laporan-laporan keuangan yang datanya diambil dari buku

besar. Hubungan antar siklus-siklus akuntansi dapat dilihat pada gambar 1.

Gambar 1. Hubungan Siklus-siklus Akuntansi Keuangan Sistem Informasi Akuntansi

Sistem Informasi Akuntansi merupakan sistem informasi fungsional yang mendasari

sistem informasi fungsional yang lainnya seperti sistem informasi keuangan, sistem

informasi pemasaran, sistem informasi produksi dan sistem informasi sumber daya

manusia. Sistem-sistem informasi lain membutuhkan data keuangan dari sistem

informasi akuntansi. Hal ini menunjukkan bahwa suatu perusahaan yang akan

membangun sistem informasi manajemen, disarankan untuk membangun sistem

informasi akuntansi terlebih dahulu.

3. Contoh Sistem Informasi Akuntansi

Ada beberapa sistem informasi akuntansi yang sudah dikembangkan oleh berbagai

perusahaan. Ada yang mengembangkan secara umum, ada yang mengembangkan

berdasarkan kasus per kasus dalam suatu organisasi. Contoh sistem informasi

akuntansi yang dikembangkan secara umum adalah: Dec Easy Accounting(DEA) dan

MYOB. Sedangkan contoh sistem informasi akuntansi yang dikembangkan

berdasarkan kasus dalam organisasi adalah Surya Artha yang dibuat oleh CV. Surya

Cipta Solusi Informatika. Pada makalah ini akan ditunjukkan lebih rinci mengenai

Surya Artha.

Surya Artha dikembangkan untuk perusahaan dagang. Sistem ini menangani

pemrosesan data antara lain: data rekening, data supplier, data pelanggan, data

barang/stok, transaksi pembelian tunai dan kredit, transaksi retur pembelian,

transaksi penerimaan dan pembayaran utang yang bukan dari pembelian, transaksi

penjualan tunai dan kredit, transaksi retur penjualan, transaksi penerimaan dan

pembayaran piutang yang bukan dari penjualan, transaksi jurnal umum, transaksi

penyesuaian saldo awal dan tutup buku, laporan-laporan transaksi, laporan-laporan

keuangan

Contoh menu pemrosesan data pada Surya Artha dapat dilihat pada gambar 2 dan 3,

sedangkan contoh laporan yang dihasilkan dari Surya Artha dapat dilihat pada

gambar 4 dan gambar 5.

Gambar 2. Menu Transaksi Jurnal Umum

Gambar 3. Menu Transaksi Pembelian Barang

Gambar 4. Menu Laporan Penjualan

Gambar 5. Menu Laporan Rugi/Laba

Dalam mengembangkan system informasi akuntansi harus dilakukan tahap-tahap

pengembangan sebagai berikut: pernyataan tujuan-tujuan system, pembuatan

alternatif-alternatif, analisis system, perancangan system, pengujian system,

implementasi dan pemeliharaan

4. PENGENDALIAN INTERN

Pengendalian intern suatu perusahaan meliputi struktur organisasi dan semua caracara

serta alat-alat yang dikoordinasikan yang digunakan dalam perusahaan dengan

tujuan untuk:

a. menjaga keamanan harta milik perusahaan

b. memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi

c. memajukan efisiensi dalam usaha

d. mendorong dipatuhinya kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan

terlebih dahulu

Pengendalian intern diperlukan karena beberapa alasan, yaitu:

a. SIA merupakan suatu system yang terbuka

b. Mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan (kesalahan-kesalahan

atau kecurangan-kecurangan)

c. Melacak kesalahan-kesalahan yang sudah terjadi

Sistem Pengendalian Intern dibagi 2 yaitu:

a. Pengendalian akuntansi / pengendalian pencegahan

1. Pengendalian secara umum

2. Pengendalian aplikasi

b. Pengendalian administratif

1. Pengendalian umpan balik

2. Pengendalian umpan maju

4.1 Pengendalian Akuntansi

Tujuan utama dari pengendalian akuntansi adalah:

1. menjaga keamanan harta kekayaan milik perusahaan

2. memeriksa ketepatan dan kebenaran data akuntansi

Pengendalian akuntansi perlu dirancang sedemikian rupa, sehingga memberikan

jaminan yang cukup beralasan atau meyakinkan terhadap:

1. Transaksi-transaksi dilaksanakan sesuai dengan wewenang manajemen,

baik yang sifatnya umum maupun yang sifatnya khusus

2. Transaksi-transaksi perlu dicatat untuk :

a. Penyusunan laporan keuangan

b. Menjaga pertanggungjawaban atas kekayaan

3. Pemakaian harta kekayaan perusahaan hanya diijinkan bila ada

wewenang dari manajemen

4. Bahwa harta kekayaan perusahaan menurut catatan sama besarnya

dengan kekayaan riil

4.2 Pengendalian Administratif

Pengendalian administratif memiliki tujuan utama:

1. meningkatkan efisiensi operasi kegiatan

2. mendorong ditaatinya kebijaksanaan-kebijaksanaan perusahaan

Pengendalian administratif mendukung pengendalian akuntansi yang berorientasi

pada manajemen. Yang termasuk dalam pengendalian administratif, yaitu:

1. Pengendalian perencanaan, yang terdiri dari anggaran penjualan (sales budget),

perencanaan induk (master plan), perennaan jaga-jaga (contingency plan),

peramalan arus kas (cash flow forecast) dan pengendalian perediaan (inventory

control)

2. Pengendalian personil, yang terdiri dari recruitment, pelatihan, evaluasi

pekerjaan, administrasi gaji, promosi dan transfer

3. Pengendalian standar operasi, yang terdiri dari standar yang harus dikerjakan

dan system untuk melaporkan penyimpangan

DAFTAR PUSTAKA

Bonar, H.G, Hopwood W.S & Abadi A, 2000, Sistem Informasi Akuntansi, Salemba

Empat, Indonesia

Jogiyanto, HM, MBA, Akt., Ph.D., 2003, Sistem Teknologi Informasi, Andi, Yogyakarta

McLeod, R., Jr.,1995, Sistem Informasi Manajemen, PT Prenhallindo, Jakarta

No Responses to “SISTEM INFORMASI AKUNTANSI”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: